SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

Image
KATA MUTIATA RAMADHAN: 

Ramadhan is the month of blessing And iam sure you will get your share too Because Allah is happy with you Happy Ramadhan

Pemirsa yang terhormat. Selamat menunaikan ibadah puasa . Mohon maaf lahir dan batin
kekota jakarta hari selasa pulang pergi naik kreta sehari lg kt puasa mohon mf kalo ada salah kata

Puasa tidak berarti Hanya untuk menghindari makan dan minum tujuan sebenarnya untuk melatih diri Menghindari diri dari segala perbuatan salah Dan ketaatan kepada ajaran Islam
Today we have hunger and thirst now comes the time for maghrib we break the fast secure charity iftar fasting may be accepted by Allah SWT

Jangan lupa berdoa sebelum makan Ketika kenyang jangan lupa ucapkan Alhamdulillah Selamat berbuka puasa kuucapkan untukmu
The more you have fasting perseveringly the healthier you will be

Ya aiyuhal ladzina amanu kutiba alaikumus shiyamu kama kutiba alal ladzina min qablikum la allakum tattaquun
Aku harap Ramadhan kali ini memberimu rahmat Allah dan menj…

KISAH SUKSES BELAJAR BISNIS SELEPAS SMA

sejak ditetapkan sebagai lingkungan daerah kerja industri melalui Surat Keputusan Presiden pada tahun 1973 Pulau Batam 'lepas landas' untuk menjadi salah satu pusat bisnis kelas dunia. Menginjak periode 1980 an kawasan industri pun tumbuh yang kemudian menggoda pelaku bisnis. Geliat ini terbaca oleh Djuseng (42). Bergerak di sektor bisnis yang menyediakan bahan bangunan sekaligus kontraktor. pebisnis muda ini turut mewarnai pembangunan di Kota Batam.

Apa sih. yang dibutuhkan oleh suatu daerah yang sedang giat membangun? Tentunya ketersediaan bahan bangunan dan jasa konstruksi. Lalu kami berhitung bahwa aluminium, kaca, gypsum,serta baja adalah bahan-bahan yang dibutuhkan oleh mereka yang sedang membangun," ungkap Djuseng.

kisah sukseh bisnis hotel batam
Djuseng pebisnis muda

ORANG LAPANGAN

Sebagai anak pulau, begitu Djuseng menyebut dirinya, ia tumbuh dalam keluarga yang akrab dengan aktivitas bisnis. Setiap kali pulang sekolah, ia langsung membantu orangtuanya yang memiliki usaha sembako. Pengetahuan tentang praktik jual-beli, manajemen keuangan, serta pengenalan produk diperoleh Djuseng dari sini. Tahun 1991, selepas lulus SMA, Djuseng meminta izin kepada orangtua untuk merantau ke Batam (Djuseng lahir di Tanjung Pinang. Kepri).

Djuseng berniat mengadu nasib dengan bergabung di sebuat-perusahaan bahan bangunan dan kontraktor, CV Sri Indah Batam. Waktu itu, saya pamit ke Batam sambil berurai air mata Satu hal yang menguatkan saya adalah ketika ayah saya bilarg 'Silakan merantau, kalau tidak cocok silakan kembali ke rumah kenang suami dari Jemi (36) dan ayah tiga orang anak: si kembar Terrance dan Terrando (14) serta Kenhardy (10). Meski kakaknya sudah lebih dulu membuka usaha restoraan di Batam, Djuseng lebih tertarik ke dunia rancang bangun.

Sejak kecil ia memang sangat menggandrungi hal-hal yang bersifat teknis seperti arsitektur dan otomotif. Tak heran bila Djuseng serasa mimpi masa kecilnya terwujud ketika mendapat kesempatan berbisnis bahan bangunan dan layanan jasa konstruksi. "Awalnya saya ngurusin manajemen dan keuangan dari balik meja. Namun pada dasarnya saya ini orang lapangan. Saya lebih suka mencari klien, bantu-bantu memotong kaca, gypsum, bahkan sampai ikut memasang. Sampai sekarang. saya masih bisa motong kaca dan gypsum, lho." ujarnya, diselingi tawa.☺☺☺

Sri Indah Batam sendiri sudah berdiri dari 1986, ketika itu masih berbentuk toko bahan bangunan yang melayani penjualan secara eceran. Begitu Djuseng bergabung, Sri Indah mulai melayani penjualan kusen aluminium, kaca, dan gypsum dalam partai besar. "Konsumen kami meliputi kontraktor yang sedang membangun gedung hingga memasok toko-toko yang menjual bahan bangunan. Tahun 1991 kami juga merintis bisnis kontraktor secara kecil-kecilan, Batam ini lajunya kencang sekali sehingga menciptakan peluang yang bagus di bidang konstruksi," terang Djuseng.

BELAJAR BISNIS "MARKET LEADER" ALA ANAK PULAU


Produk yang dijual Sri Indah, cerita Djuseng, semuanya didatangkan dari luar negeri, seperti Cina dan Malaysia. Kejelasan dan kecepatan waktu pengiriman menjadi pertimbangan Djuseng saat ditanya mengapa harus impor.

Delapan tahun berjalan, bisnis Djuseng kian membesar dan menjadi salah satu perusahaan kontraktor yang diperhitungkan di Batam. CV Sri Indah Batam pun berubah nama menjadi PT Sri Indah Barelang (SIB) dengan aktivitas tidak sebatas trading tapi juga memproduksi sebagian produk, termasuk baja ringan yang tercatat sebagai item baru di perusahaannya.

"Kami tidak ingin ketergantungan dengan supplier. Setelah berhitung lagi, kami sanggup jika memproduksi sendiri. Akhirnya kami putuskan untuk mendirikan pabrik yang menghasilkan gypsum, baja ringan, dan alumunium. Untuk bahan bakunya, kami tetap impor dari supplier lama," jelasnya.

Diakui oleh Djuseng bahwa mendirikan pabrik jelas membutuhkan investasi yang besar. Di samping membangun pahrik seluas kira-kira 3000 m2, peralatan yang dibutuhkan harus didatangkan dari luar negeri sehingga cukup menguras keuangan.
Setelah memiliki pabrik, SIB berkembang lebih pesat lagi.

Saya beruntung bisa bergaul dengan semua orang.
keberhasilan saya adalah hasil belajar dari teman teman.
  1. Kerja keras, 
  2. Tanggung jawab, 
  3. Jujur, 
  4. Dan Disiplin 
Menjadi pilarnya dalam berbisnis.
kumpulan motto hidup
motto hidup orang sukses

Hingga saat ini, 90% gedung bertingkat di Batam merupakan hasil sentuhan SIB. Angka tersebut membuat SIB menjadi market leader di Batam. Prestasi ini, lanjut Djuseng, diraih dengan kerja keras, tanggung jawab, jujur, serta disiplin. Ini empat pilar yang selalu dikedepankan Djuseng agar menjadi teladan untuk para karyawannya.
"Hasil kerja yang memuaskan para klien merupakan harapan kami, dan kami harus selalu berupaya mewujudkannya. Tentunya hal ini menuntut kerja sama tim yang baik. Disiplin waktu menjadi hal termudah yang bisa kami contohkan ke karyawan. Saya pribadi datang ke kantor jam 7, baru pulang ketika sudah larut. Hal ini ternyata diikuti oleh karyawan. Saya bangga dengan mereka," imbuh Djuseng berbagi jurus sukses.

KISAH SUKSES BERGURU KEPADA TEMAN

Tahun 2003, Djuseng melirik kesempatan berbisnis di bidang otomotif, yakni menjual mobil eks-Singapura. Dalam sebulan, puluhan mobil terjual. Tidak sampai dua tahun, terbit peraturan pemerintah yang tidak lagi mengizinkan impor mobil eks-Singapura. Namun bisnis otomotif Djuseng tetap berjalan dengan memasarkan salah satu mobil Jepang bekerja sama dengan main dealer.

Di samping melayani penjualan mobil baru, Djuseng juga membuka dua divisi penyewaan mobil yang pelanggannya kebanyakan pebisnis dan pekerja asing. Tidak kurang dari 300 mobil berbagai tipe menjejali showroom mobil sewanya. Keberadaan bengkel mesin dan bengkel pengecatan yang representatif membuat divisi otomotif semakin optimal dalam melayani konsumennya.

Setahun pasca-meluncurkan bisnis otomotif, intuisi Djuseng kembali 'menangkap' peluang di sektor property. Hilir mudik para pebisnis dan wisatawan di Batam menggiring Djuseng untuk membangun hotel berkapasitas 68 kamar sebagai 'ujicoba'. Ternyata, pasar merespons secara positif. Okupansi hotelnya selalu di atas 70%, terutama saat weekend dan momen liburan.
KISAH SUKSES BISNIS MOBIL HOTEL BATAM
GIDEON HOTEL

"Bisnis hotel di Batam sangat menjanjikan. Banyak pendatang yang susah booking hotel karena sering penuh, Akhirnya, saya coba belajar mengelola hotel dari kawan, lalu saya ajak seorang profesional, dan hasilnya tidak meleset."
Sejauh ini, sudah empat hotel yang dibangun Djuseng, mulai dari bintang satu sampai bintang tiga dengan total 360 kamar. Sebentar lagi, Djuseng akan memulai pembangunan apartemen dan hotel, masing-masing 10 lantai. Rencananya Djuseng akan menggandeng pengelola hotel multinasional sebagai mitra‘.
Djuseng mengaku semua bisnis yang dijalaninya tidak terlepas dari bantuan teman-teman. "Saya berguru kepada teman-teman. Mereka tidak pernah perhitungan dalam berbagi ilmu.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHILANGKAN JERAWAT DENGAN OBAT KECANTIKAN

BELAJAR CARA MEMBUAT DONAT INI RESEPNYA

OBAT SAKIT GIGI BERLUBANG BAWANG PUTIH PALING AMPUH